Mohon maaf apabila ada kesalahan penulisan nama/gelar.
R
M
“What counts in making a happy marriage is not so much how compatible you are, but how you deal with incompatibility. A great marriage is not when the perfect couple comes together. It is when an imperfect couple learns to enjoy their differences.”
Kepada Yth. Bapak / Ibu /Saudara/i
Tamu Undangan
R
M
“ Dan di antara tanda-tanda (kebesaran) -Nya adalah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya "
( Ar-Ruum ayat 21 )
Assalamualaikum Wr. Wb.
Dengan memohon rahmat dan ridho Allah Subhanahu Wa Ta'ala, Kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i, untuk menghadiri Resepsi Pernikahan kami.
The Bride
Rizki Triantoni
Putra Dari
Bapak H. Nasirudin Ibu Hj. Kustinah
The Groom
Muqibatul Khoiroh,S.M
Putri Dari
Bapak H. Dalim & Ibu Hj. Suparmi
B1 Pematang Sari blok D
Kec. Mesuji Makmur
Kab. Ogan Komering Ilir
Prov. Sumatera Selatan
Blok G Dusun 7 Desa Tegalsari
Kec. Mesuji Makmur
Kab. Ogan Komering Ilir
Tahun 2019 menjadi saksi awal tumbuhnya rasa yang hadir dalam diam. Berawal dari tatapan tanpa kata, lalu sama-sama memilih menghilang untuk saling memantaskan diri. Meski gengsi untuk mendekat, nyatanya hati saling menyimpan rasa. Obrolan hanya berani dilakukan secara virtual, sementara setiap ajakan bertemu dari laki2 ini selalu disambut dengan berbagai alasan oleh gadis ini. Hingga akhirnya, kisah ini terhenti dan kita memilih jalan masing-masing.
Juli tahun 2022 menjadi awal pertemuan pertama kami. Saat itu, pesan yang diterima oleh gadis ini hanya “jangan makan dulu, nanti kita cari makan bareng” dalam hati gadis ini cuman “hmm apasih”, dan hanya diabaikan pesan tersebut, karena pada saat itu kita lagi berada dikota yang berbeda. Beberapa jam kemudian laki-laki ini menghubungi Kembali dengan mengirim sebuah video yang memperlihatkan gerbang Tol Kramasan dan satu kata “Sherlok”, dan ya laki-laki yang selama ini diragukan kini datang menemui gadis ini, dan semua rasa yang selama ini terpendam akhirnya terungkap. Pada saat itu kita memutuskan untuk mudik bareng, laki-laki ini dengan sopan memperkenalkan diri kepada keluarga gadis ini dan mendapat respon baik (dari keluarga Perempuan). Kami menjalin hubungan, namun perjalanan itu belum berjalan sebagaimana yang diharapkan, karena masih banyak keraguan kepada sosok laki-laki ini akhirnya kami kembali berpisah. Sepanjang tahun 2022 hingga 2023, kami sama-sama mencoba mencari kenyamanan di tempat lain. Namun sejauh apa pun melangkah, hati selalu bicara bahwa kami masih saling membutuhkan.
April 2023 menjadi titik balik dari perjalanan kami. Jika sebelumnya laki-laki ini datang hanya untuk mengajak berkeliling kota, kali ini ia datang dengan niat yang jauh lebih serius, laki-laki ini meminta izin untuk membawa hubungan ini menuju pertemuan dengan keluarganya (keluarga laki-laki). Sejak saat itu, perlahan gadis ini belajar meyakinkan diri, dan menghargai setiap usaha serta pengorbanan yang selama ini di perjuangkan. Dan ditahun ini (2023-2024) banyak cerita suka dan dukanya tapi tidak ada lagi cerita tentang berpisah. Kita yang dulu dipenuhi ego, kini menjadi cerita tentang saling memahami dan mengalah.
Dengan penuh keyakinan dan restu kedua keluarga, pada April 2025 kami memutuskan untuk membawa hubungan ini ke jenjang yang lebih serius lagi. Momen lamaran yang penuh haru dan kebahagiaan menjadi langkah awal menuju perjalanan hidup bersama. Jarak Lamaran sampai ke hari akad bukan jarak yang singkat 1 tahun 3 bulan kita sama-sama belajar banyak hal kesabaran, keikhlasan, saling mengerti dan semakin yakin untuk mengikat janji suci dalam sebuah akad.
Setelah perjalanan panjang yang penuh cerita, pertemuan, perpisahan, dan perjuangan, akhirnya kami sampai pada tujuan yang sama. 01 Agustus 2026 menjadi hari di mana dua hati yang pernah saling menunggu memilih untuk berlabuh dalam ikatan suci pernikahan. Semoga Allah senantiasa menjaga cinta ini, melimpahkan keberkahan dalam setiap langkah kami, dan mengantarkan kebahagiaan hingga Jannah. **Bahagia Till Jannah, Sayangku. 🤍** *Note Dibalik Perjalanan Ini* “Jika kalian bertanya siapa yang paling takut kehilangan dan siapa yang paling sering menyakiti, jawabannya adalah kami berdua. Karena dalam perjalanan ini, kami sama-sama pernah salah, sama-sama pernah terluka, namun juga sama-sama memilih untuk tetap bertahan.”
Our Gift
Our Gift